Langsung ke konten utama

STAND BY ME

Foto: Google Yogyakarta, sekitar pertengahan tahun 90-an. Antara solek modernisasi dan aura kesederhanaan tiap jengkal kotanya masih terlihat begitu dinamis tumbuh bersama. Ada banyak potongan hidup yang akan erat tertanam dalam ingatan, bagi yang pernah mencumbu unsur-unsur warna kota dan desanya. Ada banyak kerinduan, semuanya terbungkus 'berhati nyaman'. *°* Sore itu seperti biasa, Naruto berjalan kaki seorang diri, dari Babarsari menuju 40an untuk pulang ke rumahnya. Saat-saat seperti itu adalah saat bagi Naruto untuk lebih mengenal dirinya sendiri. Saat mencari jawaban dari kegundahan hati yang selama ini menyiksanya. "Ah, sudah saatnya," gumam Naruto. Dirinya sudah berada di titik 0 (nol) kilometer. Headset terpasang setengah melingkar di kepalanya. Ia hidupkan walkman yang memang selalu dibawanya. Angannya siap terbang bersama berbagai nuansa yang akan didengarnya. Setidaknya, angan tersebut terbukti mampu melumpuhkan rasa sakit yang dideritanya un...

HEWAN-HEWAN AIR BERMUATAN LISTRIK

Foto: Google

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), listrik adalah daya atau kekuatan yg ditimbulkan oleh adanya pergesekan atau melalui proses kimia, dapat digunakan untuk menghasilkan panas atau cahaya, atau untuk menjalankan mesin.

Jika ditinjau dari segi bahasa, kata listrik berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ēlectrum yang berarti batu ambar (yang dapat menarik benda-benda kecil jika digosok-gosokkan menggunakan bulu hewan). Kemudian kata tersebut diserap dalam bahasa Inggris menjadi "electric" dan "electricity", yang pertama kali muncul pada tulisan cetak pada tulisan milik Thomas Browne, Pseudodoxia Epidemica, tahun 1646.

Dalam ilmu fisika, listrik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu listrik statis dan listrik dinamis. Namun jika dilihat lagi dalam media prosesnya, secara garis besar, listrik juga dapat dibedakan menjadi dua jenis lagi, yaitu listrik yang dihasilkan oleh proses buatan manusia (mesin, baterai, dll), dan listrik yang dihasilkan oleh proses alam (seperti petir).

Seperti judul yang tertera di atas, berikut ini adalah tulisan yang diambil dan dirangkum dari berbagai sumber mengenai hewan-hewan air yang diberi kelebihan oleh Tuhan YME mampu menghasilkan listrik demi menjalani hidup di alamnya.

°Ikan Belalai Gajah
Salah satu ikan yang unik. Ikan ini mencari mangsanya menggunakan kemampuannya yang disebut elektrolokasi. Organ seperti belalai yang ada di kepalanya ternyata bukanlah hidungnya, melainkan perpanjangan dari mulutnya yang tidak hanya berfungsi sebagai detektor untuk membedakan antara predator dan mangsanya, namun juga berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan diri, berkomunikasi, dan melakukan navigasi.

Organ ini dilapisi oleh elektroreseptor, dan begitu pula bagian tubuhnya yang lain. Mereka menggunakan medan listrik yang lemah, yang dihasilkan dengan menggunakan sel-sel khusus yang disebut elektrolit, yang berevolusi dari sel otot.

Ikan belalai gajah mempunyai variasi warna antara cokelat tua hingga hitam, dan dapat hidup dengan rentang waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 6 hingga 10 tahun. Mereka menyukai sungai yang tidak deras arusnya dan berlumpur, serta hidup di tempat yang dapat dijadikan naungan, seperti batang atau pohon mati yang tenggelam di dasar sungai. Mereka dapat ditemukan di sungai-sungai di Afrika Barat dan Tengah, khususnya cekungan hilir Sungai Niger, cekungan Sungai Ogun, dan hulu Sungai Chari.

°Ikan Pari Torpedo
Bentuknya tidak seperti rudal torpedo, namun sama seperti ikan pari pada umumnya. Ikan ini hanya dapat ditemukan di samudera atlantik bagian timur dan laut mediterania dengan kedalaman maksimal 400 m. Dengan memiliki sepasang mata dan lubang pernapasan (spirakel) yang terletak di tubuh bagian atas, ikan ini hampir menghabiskan seluruh waktunya dengan berdiam di dasar laut yang berpasir.

Penyematan nama "torpedo" itu sendiri sebenarnya dikarenakan kemampuannya yang unik. Sengatan listriknya sementara waktu dapat menimbulkan mati rasa pada bagian tubuh yang terkena, sesuai dengan kata “torpere” (bahasa latin) berarti “mati rasa”.

Dengan kemampuan menghasilkan listrik bervoltase besar (maksimal 200 volt), sengatan listrik ikan pari torpedo dapat membuat kesulitan bernapas selama beberapa lama bagi manusia yang terkena sengatan listriknya.

Ikan ini bisa menghasilkan listrik karena memiliki sepasang organ listik di bagian depan tubuhnya. Masing-masing organ listrik terdiri dari ribuan sel berbentuk segienam yang tersusun rapat, bertumpuk-tumpuk dan mengandung lendir yang berisi ion-ion bermuatan positif serta negatif. Kedua organ listrik tersebut terhubung ke otak lewat jaringan saraf.

Ketika dalam posisi istirahat, organ tersebut tidak menghasilkan listrik, dan baru bekerja saat menerima perintah dari otak. Prinsip kerjanya serupa dengan baterai dan tumpukan volta. Secara singkat terjadi perubahan posisi ion-ion beda muatan dalam sel sehingga terciptalah aliran listrik.

Ikan pari torpedo memiliki kebiasaan mengubur dirinya di dasar laut. Hal tersebut berfungsi hampir sama dengan listrik yang dihasilkannya, yaitu berhubungan dengan mangsa dan mempertahankan diri dari musuhnya.

Ikan ini memberikan intensitas shock yang bervariasi ketika menyengat mangsa maupun predatornya. Namun pada umumnya mereka diberkati dengan daya tahan yang memungkinkan untuk menahan goncangan cukup lama.

°Hiu Kepala Martil (HKM)
HKM adalah predator agresif yang memakan berbagai jenis ikan (termasuk ikan pari), cumi-cumi, dan udang-udangan. Mereka dapat ditemukan di perairan hangat sepanjang garis pantai, dan paparan benua.

Selain dapat berbelok dengan benar karena bentuk kepalanya tersebut, kepala HKM juga diibaratkan dengan antena serangga, dapat memberikan keuntungan berupa area penciuman yang lebih luas, meningkatkan potensi menemukan partikel di air sedikitnya 10 kali dibandingkan dengan jenis hiu lainnya.

HKM juga memiliki pori sensor electrolocation yang disebut Ampullae of Lorenzini. Hiu ini mampu mendeteksi sinyal listrik setengah miliar Volt. Dengan menyebarkan reseptor di berbagai area, hiu martil dapat mencari mangsa dengan lebih efektif.

Ampullae of Lorenzini dapat dikatakan mampu mendeteksi medan listrik yang dihasilkan oleh hewan bawah air lainnya, sehingga memungkinkan hiu martil untuk memindai pasir dan menemukan mangsanya yang bersembunyi di dasar laut.

HKM memiliki panjang tubuh antara 2 hingga 6 meter (6,5 hingga 20 kaki), dan semua spesiesnya memiliki mata serta lubang hidung yang berada di ujung kepala dengan mulut yang kecil, sehingga mereka lebih banyak melakukan perburuan di dasar lautan.

Mereka bereproduksi setahun sekali dan dapat melahirkan 20 sampai 40 anak. Setelah dilahirkan, anak-anak mereka ditinggalkan begitu saja untuk mencari makan sendiri. Namun rekor dunia mencatat, HKM betina yang sedang hamil pernah ditangkap di Boca Grande, Florida, pada 23 Mei 2006, dengan berbobot 580 kg. Hiu tersebut mengandung 55 anak.

Pada sore hari, seperti hiu lain, HKM adalah pemburu solo. Di siang hari, mereka lebih sering berburu dengan bergerombol (bisa lebih dari 100 ekor).
Dari sembilan spesies hiu martil yang diketahui, ada tiga yang berbahaya bagi manusia, yaitu: scalloped, great, dan smooth hammerhead.

°Lele Listrik
Lele listrik banyak ditemukan di perairan Afrika. Sering juga diperdagangkan sebagai hewan peliharaan. Di dalam akuarium panjang tubuhnya rata-rata hanya mencapai 12 inci, namun di alam liar bisa mencapai 1 meter lebih.

Lele listrik hidup di air tawar dan aktif di malam hari untuk mencari makan, dengan periode 4 sampai 5 jam setelah matahari terbenam. Memiliki kemampuan menghasilkan listrik hingga 350 volt yang berasal dari otot dada dan mengelilingi hampir seluruh tubuhnya. Jumlah tersebut diperkirakan sama untuk menggerakkan komputer selama 45 menit.

Sengatan listrik yang dihasilkannya digunakan untuk menangkap mangsa dan untuk pertahanan. Pelepasan organ listrik (EOD) bersifat intermiten dan amplitudo meningkat dengan ukuran ikan itu sendiri. Karena ukuran matanya yang kecil, ikan ini secara ekslusif menggunakan EOD tersebut untuk berburu dan navigasi.

°Ikan Hantu Hitam (Black Ghost)
Dua ciri utama untuk membedakan ikan hantu hitam jantan dan betina adalah dari bentuk tubuh dan gerakannya. Ikan jantan bertubuh lebih besar, panjang, ramping dan lurus. Gerakannya juga lincah. Ikan yang betina bertubuh lebih kecil, pendek, gemuk, dan tidak lurus. Gerakannya tidak selincah yang jantan.

Dilihat dari tampilannya, ikan ini memang memiliki kesan menyeramkan. Hitam pekat dengan hanya sedikit warna putih pada ekornya. Mereka berasal dari Amerika Selatan (termasuk lembah Amazon), dan tergolong sebagai ikan pisau.

Sebagai ikan air tawar yang aktif di malam hari, ternyata mereka termasuk ikan yang jinak sekaligus pemalu, dan dapat hidup berdampingan dengan ikan jinak lainnya. Ikan ini banyak dijadikan ikan hias.

Ikan hantu hitam mampu menghasilkan listrik lemah, yaitu kurang dari 1 volt per centimeter, dengan frekuensi medan listrik antara 0,1-10 kHz. Listrik tersebut dihasilkan dari organ di ekor, lalu didistribusikan oleh reseptor yang ada di seluruh kulitnya untuk mendeteksi keberadaan mangsa, serta untuk mengenali objek sekitar (navigasi) dan berkomunikasi dengan ikan lain.

°Ikan Stargazer
Jelek, menakutkan, berbisa, menyengatkan setrum, dan pemalas. Itulah beberapa 'cap' beraroma negatif yang diberikan kepada ikan Stargazer.
Stargazer adalah penghuni lautan samudera Atlantik di sepanjang Pantai Timur Laut Amerika Serikat. Mereka bersembunyi di antara pasir di sepanjang wilayah tersebut.

Dengan hanya berdiam diri di bawah pasir sambil menunggu mangsanya lewat, Stargazer bukanlah termasuk ikan yang lemah. Mereka termasuk predator yang menakutkan bagi mangsa dan predator lainnya yang lebih besar.

Mulutnya yang lebar mampu melahap mangsanya bulat-bulat. Daya sergapnya terbilang cepat. Selain memiliki bisa dari dua duri besar yang terletak di belakang opercles dan di atas sirip dada mereka, beberapa spesies memiliki kemampuan menembakan sengatan listrik melalui kepalanya.

Beberapa spesies lainnya memiliki semacam sulur berbentuk cacing yang tumbuh dari dasar mulut mereka, yang dapat mereka goyangkan untuk menarik perhatian mangsanya.

°Belut Listrik
Dari sekian banyak hewan-hewan berkemampuan 'super' di atas, belut listrik adalah primadonanya.
Meskipun memiliki kemampuan menghasilkan listrik paling besar dibanding hewan-hewan tersebut di atas, ternyata, belut listrik juga punya kemampuan untuk mengontrol intensitas guncangan yang ditimbulkannya.

Uniknya, belut listrik bukanlah belut. Mereka termasuk satu anggota keluarga pisau dengan ikan hantu hitam, yang juga sama-sama berasal dari Amerika Selatan.

Semua organ vital belut listrik ini dijejalkan ke dalam 20 persen depan tubuhnya. Sisanya dikemas dengan 6.000 sel yang bertindak seperti baterai kecil. Dengan banyaknya sel tubuh yang dirancang khusus untuk listrik, tak heran mereka dapat mengeluarkan listrik lebih dari 600 volt. Penelitian menunjukkan bahwa mereka dapat menghasilkan kejutan intermiten tanpa lelah selama satu jam.

Belut listrik biasa ditemukan di Sungai Amazon dan Sungai Orinoko serta daerah-daerah di sekitarnya. Mereka bisa tumbuh hingga 2,5 m dan berat 20 kg, walaupun biasanya ukuran rata-ratanya adalah 1 m.

Fakta lucunya, belut listrik tidak dapat melihat apa yang mereka kejutkan dengan listriknya. Mereka sebagian besar buta dan menggunakan radar seperti sistem pulsa elektrik untuk menavigasi dan menemukan makanan.

Kulit tebal belut biasanya melindungi mereka dari serangan mereka sendiri, tetapi ketika terluka, mereka akan menyetrum diri mereka sendiri pula.

Demikian tulisan ini dibuat. Semoga bermanfaat. 😁..



°Bogor,
Minggu, 08 September 2019.

Komentar